Senin, 27 Desember 2010
Minggu, 26 Desember 2010

"Hari yang menyenangkan Bersama Indosat Blogger Comunity. Disini aku banyak memiliki pengalaman baru bersama teman-teman yang baru, walaupun kami baru-baru kenal kami bisa have fun bersama ...
ketawa bersama, bercanda bersama, bahkan bermain bersama. Disini aku merasakan semboyan Bhineka Tunggal Ika, tidak mengenal perbedaan lagi dan yang paling tidak bisa dilupakan adalah chicken dance bersama asli konak aku, trus ada lomba chicken dance antar kelompok lagi... kelompok aku juara 3 im3 24, bagiku juara tidak penting yang penting kebersamaan."
"Saat waktu sholat aku kagum mereka tidak melupakannya, kami saling berjemaah sungguh pemandangan yang jarang dilihat bersama teman - teman ku diskolah... ". dan selesai shollat pun kami kembali bergabung dengan yang lainnya... kami bercanda bersama, tertawa bersama bokonya asik deh !!
Dan kami melakukan outbond yang sungguh menyenangkan antar kelompok masing - masing, walaupun hujan mereka tetap semangat, mungkin karena keasyikan jadi lupa deh .
hahahahaha... Terimakasih Indosat yang mengadakan acara ini .
Iniliah teman-teman baruku yang gokil abis .










Acara penghibur dengan chicken dance yang bikin ngakak ...



Sesi penjelasan berita dari pa Sigit Rahmawan Abadi...

Nah ini saat yang di tunggu - tunggu "outbond"




Nah itulah tadi kegiatan kami, menyenangkan bukan ?
hanya sebagian foto yang saya tayangkan dari kegiatan ini.
Sekedar info mengenai im3 mu24h
G24tis Online 24 MB
Hari ke-31 : 3 MB
Hari ke-61 : 5 MB
Hari ke-91 : 7 MB
Hari ke-121 : 9 MB
--------------------
Total : 24 MB
Keterangan:
Bonus berlaku 30 hari dapat dipakai di Jam 00.00-16.00. Cek Bonus di *555*2#
Apabila gratis online masih bersisa setelah 30 hari sejak pemberian bonus, maka bonus tersebut akan hangus
Kartu Perdana
Kartu Perdana Rp 2.400
Isi pulsa pulsa Rp2.400, masa aktif 30 hari
Berlaku untuk kartu perdana dengan kemasan baru atau kartu perdana dengan kemasan lama yang ditempeli sticker
Kartu Perdana IM3 Langsung Online
Isi pulsa Rp 5.000, masa aktif 30 hari
Mulai tanggal 1 November 2010, secara otomatis kartu perdana IM3 Langsung OnLine akan mengikuti promo MU24H itu IM3 (tarif nelpon, gratis SMS dan gratis online)
Pindah Paket
Pelanggan IM3 dan Mentari lama bisa menikmati tarif IM3 24 dengan pindah ke IM3 24
Caranya:
- Hubungi *777*1*1#, kemudian pilih menu no 5 "IM3 24"
- Ketik REG 24, kirim via SMS ke 2020
Pelanggan yang telah berada dalam paket IM3 24 dapat pindah ke paket-paket lainnya.
Caranya : ketik *777*1*1#, kemudian pilih paket yang akan dituju.
Per tanggal 1 November 2010, secara otomatis pelanggan IM3 Langsung Online akan berada pada paket IM3 24, sehingga tidak perlu melakukan pindah paket ke IM3 24.
Apabila masa aktif pelanggan IM3 dan Mentari lama tersebut kurang dari 4 bulan, maka pelanggan akan dapat menikmati gratis sampai dengan 240 SMS per hari dan gratis online selama 4 bulan, terhitung sejak pelanggan mengaktifkan kartunya. Besarnya gratis online yang diberikan tergantung dari lama masa aktif pelanggan.
Apabila masa aktif pelanggan IM3 dan Mentari lama tersebut lebih dari 4 bulan, maka pelanggan hanya dapat menikmati tarif nelpon Rp 24/menit dan tidak mendapat gratis SMS harian dan online.
Kebijakan “pindah paket”:
Mulai tanggal 1 November 2010, kebijakan pindah paket yang berlaku adalah sebagai berikut:
Pindah paket pertama kali tidak dikenakan biaya
Pindah paket yang kedua dan seterusnya dikenakan tarif Rp 1.000 per transaksi
Pindah paket dapat dilakukan bila sisa pulsa di Pulsa Reguler lebih dari Rp 3.000
Cek status paket dengan cara hubungi *777*1*3# dan Rp 500 per transaksi
Berlaku Nasional untuk semua transaksi pindah paket
Pelanggan IM3 dan Mentari lama yang umurnya kurang dari 4 bulan dan kemudian pindah paket ke IM3 24, akan mendapat gratis SMS dan gratis Online. Gratis Online yang diberikan dihitung dari masa aktifnya
Pelanggan IM3 24 dapat pindah paket ke paket-paket lainnya dengan cara ketik *777*1*1#
Untuk menjaga kualitas layanan demi kenyamanan pelanggan, Indosat berhak mengubah skema promo yang berlaku sewaktu-waktu
Ayoo pake im3 lebih MURAH .
[ Read More ]
Bersama Indosat Borneo Blogger Comunity

"Hari yang menyenangkan Bersama Indosat Blogger Comunity. Disini aku banyak memiliki pengalaman baru bersama teman-teman yang baru, walaupun kami baru-baru kenal kami bisa have fun bersama ...
ketawa bersama, bercanda bersama, bahkan bermain bersama. Disini aku merasakan semboyan Bhineka Tunggal Ika, tidak mengenal perbedaan lagi dan yang paling tidak bisa dilupakan adalah chicken dance bersama asli konak aku, trus ada lomba chicken dance antar kelompok lagi... kelompok aku juara 3 im3 24, bagiku juara tidak penting yang penting kebersamaan."
"Saat waktu sholat aku kagum mereka tidak melupakannya, kami saling berjemaah sungguh pemandangan yang jarang dilihat bersama teman - teman ku diskolah... ". dan selesai shollat pun kami kembali bergabung dengan yang lainnya... kami bercanda bersama, tertawa bersama bokonya asik deh !!
Dan kami melakukan outbond yang sungguh menyenangkan antar kelompok masing - masing, walaupun hujan mereka tetap semangat, mungkin karena keasyikan jadi lupa deh .
hahahahaha... Terimakasih Indosat yang mengadakan acara ini .
Iniliah teman-teman baruku yang gokil abis .










Acara penghibur dengan chicken dance yang bikin ngakak ...



Sesi penjelasan berita dari pa Sigit Rahmawan Abadi...

Nah ini saat yang di tunggu - tunggu "outbond"




Nah itulah tadi kegiatan kami, menyenangkan bukan ?
hanya sebagian foto yang saya tayangkan dari kegiatan ini.
Sekedar info mengenai im3 mu24h
G24tis Online 24 MB
Hari ke-31 : 3 MB
Hari ke-61 : 5 MB
Hari ke-91 : 7 MB
Hari ke-121 : 9 MB
--------------------
Total : 24 MB
Keterangan:
Bonus berlaku 30 hari dapat dipakai di Jam 00.00-16.00. Cek Bonus di *555*2#
Apabila gratis online masih bersisa setelah 30 hari sejak pemberian bonus, maka bonus tersebut akan hangus
Kartu Perdana
Kartu Perdana Rp 2.400
Isi pulsa pulsa Rp2.400, masa aktif 30 hari
Berlaku untuk kartu perdana dengan kemasan baru atau kartu perdana dengan kemasan lama yang ditempeli sticker
Kartu Perdana IM3 Langsung Online
Isi pulsa Rp 5.000, masa aktif 30 hari
Mulai tanggal 1 November 2010, secara otomatis kartu perdana IM3 Langsung OnLine akan mengikuti promo MU24H itu IM3 (tarif nelpon, gratis SMS dan gratis online)
Pindah Paket
Pelanggan IM3 dan Mentari lama bisa menikmati tarif IM3 24 dengan pindah ke IM3 24
Caranya:
- Hubungi *777*1*1#, kemudian pilih menu no 5 "IM3 24"
- Ketik REG 24, kirim via SMS ke 2020
Pelanggan yang telah berada dalam paket IM3 24 dapat pindah ke paket-paket lainnya.
Caranya : ketik *777*1*1#, kemudian pilih paket yang akan dituju.
Per tanggal 1 November 2010, secara otomatis pelanggan IM3 Langsung Online akan berada pada paket IM3 24, sehingga tidak perlu melakukan pindah paket ke IM3 24.
Apabila masa aktif pelanggan IM3 dan Mentari lama tersebut kurang dari 4 bulan, maka pelanggan akan dapat menikmati gratis sampai dengan 240 SMS per hari dan gratis online selama 4 bulan, terhitung sejak pelanggan mengaktifkan kartunya. Besarnya gratis online yang diberikan tergantung dari lama masa aktif pelanggan.
Apabila masa aktif pelanggan IM3 dan Mentari lama tersebut lebih dari 4 bulan, maka pelanggan hanya dapat menikmati tarif nelpon Rp 24/menit dan tidak mendapat gratis SMS harian dan online.
Kebijakan “pindah paket”:
Mulai tanggal 1 November 2010, kebijakan pindah paket yang berlaku adalah sebagai berikut:
Pindah paket pertama kali tidak dikenakan biaya
Pindah paket yang kedua dan seterusnya dikenakan tarif Rp 1.000 per transaksi
Pindah paket dapat dilakukan bila sisa pulsa di Pulsa Reguler lebih dari Rp 3.000
Cek status paket dengan cara hubungi *777*1*3# dan Rp 500 per transaksi
Berlaku Nasional untuk semua transaksi pindah paket
Pelanggan IM3 dan Mentari lama yang umurnya kurang dari 4 bulan dan kemudian pindah paket ke IM3 24, akan mendapat gratis SMS dan gratis Online. Gratis Online yang diberikan dihitung dari masa aktifnya
Pelanggan IM3 24 dapat pindah paket ke paket-paket lainnya dengan cara ketik *777*1*1#
Untuk menjaga kualitas layanan demi kenyamanan pelanggan, Indosat berhak mengubah skema promo yang berlaku sewaktu-waktu
Ayoo pake im3 lebih MURAH .
Selasa, 07 Desember 2010
Keunikan Yang Ada Di Jepang
1. Di Jepang, angka “4″ dan “9″ tidak disukai, sehingga sering tidak ada nomer kamar “4″ dan “9″. “4″ dibaca “shi” yang sama bunyinya dengan yang berarti “mati”, sedang “9″ dibaca “ku”, yang sama bunyinya dengan yang berarti “kurushii / sengsara”.

2. Orang Jepang menyukai angka “8″. Harga-harga barang kebanyakan berakhiran “8″. Susu misalnya 198 yen. Tapi karena aturan sekarang ini mengharuskan harga barang yang dicantumkan sudah harus memasukkan pajak, jadi mungkin kebiasaan ini akan hilang. (Pasar = Yaoya = tulisan kanjinya berbunyi happyaku-ya atau toko 800).

3. Kalau musim panas, sinetron di TV seringkali nampilin hal-hal yang berbau seram (hantu).

4. Drama detektif di TV, bunyi sirene (kyukyusha) biasanya muncul pada menit-menit awal. Di akhir cerita, sebelum perkelahian mati-matian biasanya penjahat selalu menceritakan semua rahasia kejahatannya.

5. Cara baca tulisan Jepang ada dua :
* sama dengan buku berhuruf Roman alphabet, huruf dibaca dari atas ke bawah.
* yang kedua adalah dari kolom paling kanan ke arah kiri, sehingga bagian depan dan belakang buku berlawanan dengan buku Roman alphabet (halaman muka berada di “bagian belakang”).

6. Kita (orang Indonesia) dan rekan-rekan dari Asia Tenggara lainnya umumnya kalau memperkenalkan diri (jiko-shokai) sering memulai dengan “minasan, konnichiwa” atau “minasan, konbanwa”. Mungkin ini karena kebiasaan bahasa Indonesia untuk selalu memulai pidato dengan ucapan selamat malam, dsb. Tapi ternyata janggal untuk pendengaran orang Jepang, karena mirip siaran berita di TV. Seharusnya dimulai dengan langsung menyebut nama dan afiliasi. Misalnya “Tanaka ken M1 no Anto desu….dst.”, tidak perlu dengan “Minasan..konnichiwa…”.

7. Kesulitan pertama yang muncul dalam urusan administratif di Jepang, kalau ditanya nama keluarga anda apa ?, karena kita tidak ada keharusan di Indonesia dan beberapa negara Asia Tenggara untuk mencantumkan family name.

8. Kalau kita memperoleh undangan yang meminta konfirmasi hadir atau tidak, biasanya kita harus mengirimkan balik kartu pos. Salah satu manner adalah mencoret huruf 御 pada pilihan : 御欠席 /出席. Juga mencoret akhiran 様 pada nama kita yang tercantum sebagai pengirim pada kartupos tersebut. Ini adalah adat Jepang, agar kita selalu rendah hati, yang ditunjukkan dengan menghindari/mencoret 御 dan 様 pada kartu pos balasan.

9. Kalau kita membubuhkan tanda tangan, kadang akan ditanya orang Jepang : ini bacanya bagaimana ? Kalau di Jepang saat diperlukan tanda tangan (misalnya di paspor, dsb.) umumnya menuliskan nama mereka dalam huruf Kanji, sehingga bisa terbaca dengan jelas. Sedangkan kita biasanya membuat singkatan atau coretan/paraf sedemikian hingga tidak bisa ditiru / dibaca oleh orang lain.

10. Acara TV di Jepang didominasi oleh masak-memasak.

11. Fotocopy di Jepang self-service, sedangkan di Indonesia di-service.

12. Jika naik taxi di Jepang, pintu dibuka dan ditutup oleh supir. Penumpang dilarang membuka dan menutupnya sendiri.

13. Tanda tangan di Jepang hampir tidak pernah berlaku untuk keperluan formal, melainkan harus memakai cap (hanko/inkan). Jenis hanko di Jepang:
* jitsu-in, adalah inkan yang dipakai untuk keperluan yang sangat penting, seperti beli rumah, beli mobil, dsb. Jenis ini diregisterkan ke shiyakusho (di patenkan).
* ginko-in, adalah jenis inkan yang dipakai untuk khusus membuat account di bank. Jenis ini diregisterkan ke bank.
* mitome-in, dipakai untuk keperluan sehari-hari dan tidak diregisterkan.
Jadi satu orang kadang memiliki beberapa jenis inkan, untuk berbagai keperluan.

14. Naik sepeda tidak boleh boncengan (kecuali memboncengkan anak-anak).(道路交通法57条第2項 規則9条 乗車人員制限違反 --> sepeda tidak boleh dipakai boncengan, kecuali yang memboncengkannya berusia lebih dari 16 tahun dan anak yang diboncengkan berusia kurang dari satu tahun dan hanya seorang saja yang diboncengkan. Bila dilanggar, dendanya maksimal 20 ribu yen.

15. Ajakan makan bersama belum tentu berarti anda ditraktir, tapi bisa jadi bayar sendiri-sendiri.

16. Di Jepang sulit mencari mesin ketik.

17. Pernah nggak melihat cara orang Jepang menghitung “satu”, “dua”, “tiga”,…. dengan jari tangannya ? Kalau rekan-rekan perhatikan, ada perbedaan dengan kebiasaan orang Indonesia. Orang Indonesia umumnya mulai dari tangan dikepal dan saat menghitung “satu”, jari kelingking ditegakkan. Menghitung “dua”, jari manis ditegakkan, dst. Kalau orang Jepang, setahu saya, kebalikannya. Mereka selalu mulai dari telapak tangan terbuka, dan cara menghitungnya kebalikan orang Indonesia. Saat bilang “satu”, maka jarinya akan ditekuk/ditutupkan ke telapak tangan. Misalnya Nggak percaya ? Coba deh…jikken dengan teman Jepang anda.

18. Cara menulis angka : 7 (tujuh). Kebiasaan orang Indonesia selalu menambahkan coret kecil di kaki angka 7 (mirip huruf “NU” katakana : ヌ). Di Jepang selalu dididik menulis 7 persis seperti huruf ketik (tanpa coretan nya orang Indonesia), jadi mirip huruf katakana “FU” (フ) atau “WA” (ワ).

[ Read More ]

2. Orang Jepang menyukai angka “8″. Harga-harga barang kebanyakan berakhiran “8″. Susu misalnya 198 yen. Tapi karena aturan sekarang ini mengharuskan harga barang yang dicantumkan sudah harus memasukkan pajak, jadi mungkin kebiasaan ini akan hilang. (Pasar = Yaoya = tulisan kanjinya berbunyi happyaku-ya atau toko 800).

3. Kalau musim panas, sinetron di TV seringkali nampilin hal-hal yang berbau seram (hantu).

4. Drama detektif di TV, bunyi sirene (kyukyusha) biasanya muncul pada menit-menit awal. Di akhir cerita, sebelum perkelahian mati-matian biasanya penjahat selalu menceritakan semua rahasia kejahatannya.

5. Cara baca tulisan Jepang ada dua :
* sama dengan buku berhuruf Roman alphabet, huruf dibaca dari atas ke bawah.
* yang kedua adalah dari kolom paling kanan ke arah kiri, sehingga bagian depan dan belakang buku berlawanan dengan buku Roman alphabet (halaman muka berada di “bagian belakang”).

6. Kita (orang Indonesia) dan rekan-rekan dari Asia Tenggara lainnya umumnya kalau memperkenalkan diri (jiko-shokai) sering memulai dengan “minasan, konnichiwa” atau “minasan, konbanwa”. Mungkin ini karena kebiasaan bahasa Indonesia untuk selalu memulai pidato dengan ucapan selamat malam, dsb. Tapi ternyata janggal untuk pendengaran orang Jepang, karena mirip siaran berita di TV. Seharusnya dimulai dengan langsung menyebut nama dan afiliasi. Misalnya “Tanaka ken M1 no Anto desu….dst.”, tidak perlu dengan “Minasan..konnichiwa…”.

7. Kesulitan pertama yang muncul dalam urusan administratif di Jepang, kalau ditanya nama keluarga anda apa ?, karena kita tidak ada keharusan di Indonesia dan beberapa negara Asia Tenggara untuk mencantumkan family name.

8. Kalau kita memperoleh undangan yang meminta konfirmasi hadir atau tidak, biasanya kita harus mengirimkan balik kartu pos. Salah satu manner adalah mencoret huruf 御 pada pilihan : 御欠席 /出席. Juga mencoret akhiran 様 pada nama kita yang tercantum sebagai pengirim pada kartupos tersebut. Ini adalah adat Jepang, agar kita selalu rendah hati, yang ditunjukkan dengan menghindari/mencoret 御 dan 様 pada kartu pos balasan.

9. Kalau kita membubuhkan tanda tangan, kadang akan ditanya orang Jepang : ini bacanya bagaimana ? Kalau di Jepang saat diperlukan tanda tangan (misalnya di paspor, dsb.) umumnya menuliskan nama mereka dalam huruf Kanji, sehingga bisa terbaca dengan jelas. Sedangkan kita biasanya membuat singkatan atau coretan/paraf sedemikian hingga tidak bisa ditiru / dibaca oleh orang lain.

10. Acara TV di Jepang didominasi oleh masak-memasak.

11. Fotocopy di Jepang self-service, sedangkan di Indonesia di-service.

12. Jika naik taxi di Jepang, pintu dibuka dan ditutup oleh supir. Penumpang dilarang membuka dan menutupnya sendiri.

13. Tanda tangan di Jepang hampir tidak pernah berlaku untuk keperluan formal, melainkan harus memakai cap (hanko/inkan). Jenis hanko di Jepang:
* jitsu-in, adalah inkan yang dipakai untuk keperluan yang sangat penting, seperti beli rumah, beli mobil, dsb. Jenis ini diregisterkan ke shiyakusho (di patenkan).
* ginko-in, adalah jenis inkan yang dipakai untuk khusus membuat account di bank. Jenis ini diregisterkan ke bank.
* mitome-in, dipakai untuk keperluan sehari-hari dan tidak diregisterkan.
Jadi satu orang kadang memiliki beberapa jenis inkan, untuk berbagai keperluan.

14. Naik sepeda tidak boleh boncengan (kecuali memboncengkan anak-anak).(道路交通法57条第2項 規則9条 乗車人員制限違反 --> sepeda tidak boleh dipakai boncengan, kecuali yang memboncengkannya berusia lebih dari 16 tahun dan anak yang diboncengkan berusia kurang dari satu tahun dan hanya seorang saja yang diboncengkan. Bila dilanggar, dendanya maksimal 20 ribu yen.

15. Ajakan makan bersama belum tentu berarti anda ditraktir, tapi bisa jadi bayar sendiri-sendiri.

16. Di Jepang sulit mencari mesin ketik.

17. Pernah nggak melihat cara orang Jepang menghitung “satu”, “dua”, “tiga”,…. dengan jari tangannya ? Kalau rekan-rekan perhatikan, ada perbedaan dengan kebiasaan orang Indonesia. Orang Indonesia umumnya mulai dari tangan dikepal dan saat menghitung “satu”, jari kelingking ditegakkan. Menghitung “dua”, jari manis ditegakkan, dst. Kalau orang Jepang, setahu saya, kebalikannya. Mereka selalu mulai dari telapak tangan terbuka, dan cara menghitungnya kebalikan orang Indonesia. Saat bilang “satu”, maka jarinya akan ditekuk/ditutupkan ke telapak tangan. Misalnya Nggak percaya ? Coba deh…jikken dengan teman Jepang anda.

18. Cara menulis angka : 7 (tujuh). Kebiasaan orang Indonesia selalu menambahkan coret kecil di kaki angka 7 (mirip huruf “NU” katakana : ヌ). Di Jepang selalu dididik menulis 7 persis seperti huruf ketik (tanpa coretan nya orang Indonesia), jadi mirip huruf katakana “FU” (フ) atau “WA” (ワ).

Langganan:
Postingan (Atom)







